Misteri Kuil Luxor Di Mesir

Misteri Kuil Luxor Di Mesir

daftarpeninggalan.web.id Ada apa si di Kuil Luxor yang katanya penuh dengan aura mencekam ini.Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Misteri Kuil Luxor Di Mesir. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Misteri Kuil Luxor Di Mesir

Burung Merpati terbang di atas Kuil Luxor di Luxor, Mesir, Jumat (25/10/2019). Kuil Luxor adalah sebuah kompleks kuil Mesir Kuno yang terletak di tepi Sungai Nil bagian timur di kota yang sekarang dikenal sebagai Luxor dan dibangun sekitar tahun 1400 Sebelum Masehi.

Para penikmat museum menamakannya museum terbuka terbesar, namun skala kebesaran monumen dan situs-situs sejarah lain di kota kuno Thebes ini jauh lebih menakjubkan. 665 kilometer dari Kairo, menelusuri misteriusnya kota yang diubah namanya menjadi Luxor oleh Bangsa Arab ini semakin menarik jika sambil berpesiar di Sungai Nil. Petualangan dengan tanpa henti sejak dini hari hingga larut malam, termasuk menikmati piramida alami Valley of the Kings dari Balon Udara, sangat mempesona.

Pada saat pesiar Nil, tepatnya dari Kota Aswan, keunikan pertama adalah water market. Beberapa kapal kecil akan mengelilingi kapal pesiar versi sungai ini dan menawarkan kain, pakaian khas Arab, handuk maupun asesoris unik lainnya. Transaksi dilakukan dengan saling lempar-melempar, penjual melempar barang dagangan ke atas kapal, dan jika cocok, maka pembeli akan melempar balik uang yang disepakati ke arah perahu-perahu kecil tersebut.

Perjalanan dari Aswan ke Luxor via Nile Cruise sangat menarik dengan berbagai acara seperti pesta kostum, tari perut, tari sufi, menikmati makanan dan minuman khas Mesir maupun sekedar berjemur atau berenang di dek atas kapal. Sebelum tiba ke ibu kota Mesir kuno ini, maka kapal akan berhenti beberapa saat di pintu air ganda Bendungan Aswan, karena perbedaan level air sungai yang akan dilalui. Hal ini disebabkan debit dan aliran sungai Nil harus selalu diatur untuk sumber pengairan dan pembangkit tenaga listrik.

Situs misterius pertama adalah Kompleks Kuil Abu Simbel yang dibangun 1200-an tahun SM pada masa Ramses II. Terdapat dua bagian besar dari gunung batu yang diukir, pertama The Great Temples dengan empat Patung Ramses dengan singgasananya setinggi 20 meter pada gerbangnya dan sejumlah patung yang bercerita tentang kemenangan perang atas Nubian, Libyan dan Hittities.

Baca Juga : Tempat Raja Firaun Tidur Selamanya

Kemudian terdapat The Small Temples setinggi 12 meter dengan panjang 40 meter dimana pada pintu masuknya terdapat enam patung yang dua diantaranya adalah Patung Nefertari, istri Ramses II setinggi 10 meter. Patung sosok perempuan ini adalah ratu ketiga yang ditemukan di Mesir Kuno setelah Ratu Hatshepsut (+1450 SM) dan Patung Nefertiti, istri Firaun Akhenaton (+1350 SM).Kuil ini dibangun sedemikian rupa sehingga sejajar dengan arah Timur, bahkan pada salah satu titik ruangan kuburan utama, cahaya matahari akan menyinari hanya dua kali dalam satu tahun. Pertama adalah pada 21 Februari yang ditafsirkan sebagai hari kelahirannya dan pada 21 Oktober yang merupakan hari kenaikan tahta.

Selanjutnya adalah Kuil Hatshepsut yang memiliki tiga level teras dengan tinggi sekitar 29,5 m. Kuil Mesir kuno dibangun selain untuk menunjukkan kebesaran kekuasaan dan tujuan pemujaan juga ditujukan untuk memberikan pekerjaan bagi rakyat sambil menanamkan rasa kebersamaan, harmoni, dan kebanggaan atas budayanya.Sebagai anomali dalam kekuasaan Mesir kuno, Ratu Hatshepsut sangat paham akan hal ini, sehingga untuk memperkuat otoritas, legitimasi dan memperteguh warisannya, dibangunlah kompleks monumen yang dikerjakan paling sempurna dan paling elegan.

Masa kekuasaan Firaun perempuan ini tercatat yang paling sejahtera dalam Mesir kuno dengan keberhasilan perdagangan, kekuatan militer yang efisien dan bahkan pekerja proyeknya berasal dari seluruh penjuru negeri. Pada teras menuju lantai ketiga, terdapat barisan bangunan pilar yang bernuansa magis, disini terdapat gambaran proses kelahiran ilahiah Hatshepsut, sebagai anak dari Amun, dewa tertinggi Mesir.Firaun pada masa Old Kingdom of Ancient Egypt pada 2686 – 2181 SM membangun Piramid sebagai tempat peristirahatan akhirnya, oleh sebab itu masa ini juga disebut sebagai The Age of Pyramids. Namun, the New Kingdom hingga abad 11 SM lebih memilih dikuburkan di bawah gunung di bagian barat Luxor yang dinamakan Bukit para Raja.

Arkeolog menemukan 63 kuburan kerajaan di bukit yang sudah rusak tidak hanya karena alam, tetapi juga karena pencuri harta karun ini. Salah satu temuan paling terkenal adalah Topeng Emas Tutankhamun seberat 11 kg yang ditemukan pada 1925. Kompleks kuburan raja seluas puluhan hektar ini juga dapat dilihat secara komplit dari atas balon udara yang berangkat pada dini hari, sebuah sensasi yang sangat mendebarkan.Kompleks kuil besar lainnya adalah Karnak. Kuil ini adalah kompleks bangunan yang paling lama dikerjakan dengan masa kekuasaan tiga puluh Firaun. Jika anda ingat beberapa obelisk yang menjulang tinggi di beberapa negara, termasuk Prancis, Amerika Serikat, Italia, dll., di antaranya berasal dari Karnak.

Daerah ini juga dikenal sebagai ipet-isut atau ‘yang paling dicari’ sebagai tempat pemujaan utama terutama kepada Dewa Amon Ra. Konsep wisata sound and light di malam hari yang mengkombinasikan sorotan lampu ke patung-patung dan monumen-monumen serta narasi dan efek suara menggelegar dapat membawa kita ke masa Mesir kuno.Tersesat dalam imajinasi bangunan raksasa, patung berbagai bentuk kombinasi hewan, dan pahatan hieroglif melapuk cerita Thebes yang misterius.

Related posts