Firaun Wanita Di Karnak Mesir

Firaun Wanita Di Karnak Mesir

daftarpeninggalandunia.web.id Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Firaun Wanita Di Karnak Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Firaun Wanita Di Karnak Mesir.

Mesir terletak di benua Afrika bagian timur laut. Secara demografi, negara Mesir didominasi oleh warga keturunan Arab Semit. Selama berabad-abad lamanya bangsa Mesir Kuno telah dikenal memiliki kebudayaan tingkat tinggi. Menurut majalah National Geographic Indonesia, sejarah Mesir Kuno dimulai pada tahun 2500 Sebelum Masehi (SM) dengan kepemimpinan Kerajaan Lama Mesir dari dinasti 4 sampai ke 8. Kekuasaan Firaun Mesir berakhir pada tahun 30 SM karena penaklukan Imperium Romawi.

Budaya Mesir Kuno berkembang di sepanjang aliran Sungai Nil. Bangunan bersejarah hasil peninggalaan budaya Mesir Kuno berupa kuil, piramida, arca para raja, sphinx, reruntuhan istana, obelisk, dan lain-lain. Bangunan-bangunan bersejarah tersebut menjadi daya tarik utama tempat wisata di Mesir. Jutaan wisatawan dari berbagai penjuru dunia mengunjungi tempat wisata di Mesir untuk menyaksikan secara langsung kemegahan piramida dan arca para raja Mesir Kuno.

Negara Mesir modern beribukota di Kairo. Jejak peninggalan kejayaan Mesir Kuno tersebar di tempat wisata di Mesir dan Sudan. Dari utara ke selatan, tempat wisata di Mesir yang menjadi bukti keberadaan kerajaan Mesir Kuno adalah: Sais, Memphis, Henen-Nesut, Khmun, Tjeny, Karnak, Thebes, Abu Simbel, dan Qasr Ibrim (Primis).

Kuil Agung Amun dan reruntuhan Karnak merupakan salah satu tempat wisata di Mesir yang dikenal menyimpan misteri yang belum terungkapkan. Kuil Agung Amun saat ini tersisa sebagai reruntuhan bangunan dan terus direstorasi hingga mendekati bentuk aslinya. Kompleks kuil Agung Amun terdiri dari patung Firaun, pilar-pilar menjulang tinggi, obelisk, dan ruang pemujaan. Bahan bangunan kuil ini terdiri dari batu bata dan batu alam dengan dominasi warna pastel. Keindahan alam Mesir yang khas ini sangat tepat untuk diabadikan dalam foto tempat wisata.
Cheria Wisata memiliki referensi unik untuk memberika warna yang cerah ke dalam liburan Anda sekeluarga. Tentunya referensi ini di barengi dengan harga paket liburan yang terjangkau dan dapat di sesuaikan dengan jatwal kegiatan Anda. Hubungi segera Cheria Wisata yang siap sedia memberikan paket tour umroh terbaik Mesir denga harga bersaing untuk mewarnai liburan Anda sekeluarga.

Mesir merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki peradaban agung di masa lalu.Tak hanya itu, Mesir juga menjadi saksi atas pergantian era, dari era Romawi ke era Islam.Kekayaan sejarah ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, baik lokal maupun asing.Tak jarang, banyak wisatawan yang menjadikan Mesir sebagai salah satu tujuan wisatanya.Benteng Salah ed-Din Kairo berjarak sekitar 4 kilometer dari pusat Kairo, benteng tersebut berdiri sejak era Dinasti Ayyubiyyah di tahun 1183.Dari atas benteng ini, Sahabat bisa melihat pemandangan kota Kairo.

Baca Juga : Misteri Kuil Luxor Di Mesir

Di dalam kompleks benteng ini, terdapat sebuah masjid yang memiliki gaya arsitektur mirip dengan Hagia Sophia, Turki.Masjid tersebut bernama Masjid Muhammad Ali Pasha, yang diambil dari nama Gubernur Mesir di era Turki Usmani.Bagi sahabat wisata muslim yang berminat berwisata ke Benteng Shalahuddin bisa mengikuti paket tour muslim ke Mesir plus umroh, Di samping itu, wisata muslim ke Mesir juga bisa dipaketkan dengan paket umrah plus Mesir. Selamat berwisata!

FIR’AUNWANITA
Mesir dari dulu hingga sekarang adalah masyarakat didominasi pria. Namun, Hatshepsut bisa mendobrak tabu itu, disusul Cleopatra VII ( atau Cleopatra ). Ratu cantik jelita dari dinasti akhir Yunani. Peran lain yang tak kalah penting dalam peradaban Mesir kuno, yaitu posisi istri dewa Amun ( Hemet Netjer nt Imen ), sampai invasi Persia saat dinasti 26, periode akhir Mesir. Istri dewa Amun dianggap menitis ke bumi sebagai dewi. Posisi ini diberkati dengan kepemilikan sendiri, sejumlah staf dan musisi untuk mengkultuskan Amun dalam serangkaian ritual rutin. Sebagai pendeta ketua pemujaan Amun di Thebes, istri dewa memberi wejangan pada para pendukungnya. Sedangkan posisi tangan dewa, dipegang putri pendeta tinggi Amun, sampai masa pemerintahan Hatshepsut ( 1473 – 1458 ).

Sejak dinasti ke 18, orang Mesir menaruh mahkota pangeran pada istri yang mendampingi Amun, bukan pada anak raja. Putra mahkota menempati posisi perdana menteri. Posisi pendamping Amun diturunkan pada putri ratu atau istri raja berikutnya. Hatshepsut mengambil posisi itu dari istri Thutmosis I, sampai otoritas terkumpul di tangannya sebelum ia mengklaim singgasana. Setelah mengambil peran penuh sebagai raja, baru ia melepas posisi itu pada Neferure, putrinya.

Related posts