Bangunan Bersejarah Di Mesir

Bangunan Bersejarah Di Mesir

daftarpeninggalandunia.web.id Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Bangunan Bersejarah Di Mesir. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Bangunan Bersejarah Di Mesir

Luxor merupakan salah satu kota terkenal di Mesir yang memiliki nilai sejarah pembentukan Negara Mesir pada zaman Raja Ramses atau biasa disebut Firaun.Kota Luxor sendiri tidak begitu ramah terhadap turis-turis yang datang berkunjung. Pasalnya kota ini penuh dengan debu pasir yang bertebaran, panas matahari yang menyengat, belum lagi ulah calo yang cukup menjengkelkan.Dibalik masalah-masalah tersebut, Luxor mempunyai beberapa situs kuno peninggalan sejarah bangsa Mesir Kuno yang sangat sayang untuk di lewati keindahannya. Situs sejarah tersebut antara lain ada monumen, makam para raja dan kuil-kuil tempat masyarakat Mesir menghormati para raja.

Lembah para raja
Bisa juga disebut Gerbang Para Raja (Gates of King) merupakan lembah tempat para firaun dikebumikan. Yang membuat tempat ini terkenal adalah saat ditemukannya makan Firaun Tutankhamen. Raja Mesir kuno yang terkenal akan kutukannya.Tidak hanya firaun, tetapi orang lain yang memiliki cukup kekayaan dan kekuasaan dapat pula dimakamkan di tempat itu.

Lembah para ratu
Di mana ada makam para raja, di situ juga terdapat makam para ratu. Tak jauh dari lembah raja terdapat kuburan kerajaan yang termasuk kuburan ratu Nefertary. Selain ratu Nefertary, ada Ratu Ahmes juga di makamkan di Lembah Para Ratu tersebut.

Kuil Luxor
Kuil Loxor di bangun oleh Pharaoh Amenhotep III yang di renovasi oleh Ramses II. Pada masa penaklukkan Alexander the Great, Kuil Luxor di perbaiki kembali agar menjadi bangunan lebih indah.Berada di pusat Kota Luxor dan membentang secara paralel terhadap sungai nil. Di kedua sisi gerbang utama di bangun sepasang obelisk setinggi 25 meter. Disalah satu sudut kuil, terdapat masjid Abu al-Haggag yang di bangun Dinasti Abasyah pada abad ke-13.

Museum Luxor
Museum yang indah ini memiliki koleksi barang-barang antik yang dirawat dengan sangat baik. Beberapa artefak peninggalan raja dan ratu Mesir Kuno ditemukan dari pemakaman yang terdapat di Kuil Theban. Semua penemuan tersebut sampai saat ini masih bisa kita saksikan saat mengunjungi museum Luxor, serta rasakan sensasinya ketika kita dibawa kembali ke zaman Mesir Kuno.

Karnak
Karnak merupakan bekas reruntuhan kuil, tiang dan bangunan-bangunan Kuil Agung Amen dan bangunan besar yang dibangun oleh Firaun Ramses II antara tahun 1391–1351, yang terletak di dekat Luxor, sekitar 500 km sebelah selatan Kairo, Mesir.Jarak antara Kuil Karnak dan Kuil Luxor sekitar tiga kilometer. Karnak di utara, sedangkan Luxor di selatan. Kedua tempat itu menjadi rute arak-arakan umat pagan sambil membawa patung dewa matahari, Amun Ra. Amun adalah dewa perang yang gagah perkasa, sedangkan Ra adalah dewa matahari. Maka, dalam mitologi Mesir kuno, Amun Ra dipahami sebagai Raja Dewa Matahari atau rajanya para Tuhan–King of Gods.

Baca Juga : Saluran Air Terbesar Romawi

Sinagoga Eliyahu Hanavi di Alexandria, Mesir, sekali lagi bersinar dalam kemegahan penuh. Rumah ibadah itu baru-baru ini dibuka kembali dengan upacara meriah, setelah sekian lama dipugar.Renovasi di situs ini memakan waktu lebih dari 26 bulan. Pemerintah Mesir menginvestasikan sekitar 6 juta dollar AS dalam memulihkan bangunan tersebut, demikian menurut Dewan Tertinggi Benda Purbakala Mesir.

Sinagoga Eliyahu Hanavi memiliki ruang yang cukup untuk menampung 700 jemaat dan memiliki ruang terpisah yang didedikasikan untuk penyimpanan gulungan Taurat. Saat ini, ada sekitar 63 gulungan yang diarsipkan di sana.Bangunan itu sendiri diperbaiki berdasar pada reruntuhan sinagoga sebelumnya yang dibangun pada 1354. Situs aslinya mengalami kerusakan serius di zaman kekuasaan Napoleon dan dibangun kembali pada 1850.

Beberapa peziarah kemungkinan akan mengunjungi situs itu dalam waktu dekat. Sejauh ini, hanya tinggal tersisa 20 orang Yahudi saja di Alexandria –jumlahnya jauh berkurang dari 40.000 anggota jemaat yang ada di sana hingga tahun 1940-an. Secara keseluruhan, dulu ada sekitar 80.000 orang Yahudi tinggal di Mesir.Kehidupan bagi orang Yahudi di Timur Tengah menjadi semakin sulit setelah proklamasi kemerdekaan Israel pada 1948 –yang segera diikuti konflik dengan negara-negara Arab di sekitarnya. Di Mesir, etnis Yahudi berulang kali diserang. Beberapa orang terbunuh.Situasi ini memicu gelombang pertama orang Yahudi di Mesir yang meninggalkan tanah air mereka untuk bermigrasi ke Israel.

Related posts