Sejarah Pembuka Minuman Kaleng

Sejarah Pembuka Minuman Kaleng

Daftarpeninggalandunia.web.id – Teman-teman, Anda pasti sudah tahu nama kaleng, kan? Beberapa membuat kaleng sebagai atap, yang lain menjadikannya sebagai wadah untuk kue, susu atau minuman ringan. Ada juga yang membuat kaleng secara kreatif seperti tong sampah, celengan dan kerajinan lainnya. Nah, tahukah Anda bahwa kaleng itu memiliki sejarah panjang yang membuat kita menggelengkan kepala? Untuk menambah pengetahuan umum kita, kita cukup membacanya!

Seorang pembuat kue dari Prancis bernama Nicolas Appert,memperke- nalkan metode pengemasan makanan dengan cara memasukkan makanan ke botol gelas atau keramik dan menutupnya rapat-rapat, lalu memanas- kannya. Dia tidak dapat menjelaskan kenapa makanan tersebut bisa bertahan lebih lama, tetapi idenya tersebut telah memenangi uang 12.000 france, hadiah dari sayembara cara penyajian makanan yang di- adakan Napoleon pada tahun 1795.
Baru pada tahun 1810, kaleng tipis ditemukan oleh seorang penduduk London bernama, Peter Durant. Dia menyuplai makanan bagi tentara Napoleon dan membantu mereka agar ternindar dari kelaparan saat sedang dalam tugas jauh.

Kaleng tipis tidak terlalu populer digunakan sampah pada tahun 1846, ketika sebuah teknologi baru mampu meningkatkan hasil produksi kaleng dari enam buah meniadi 60 buah per jam. Saat itu pembuka kaleng masih belum ditemukan dan pada label produk masih tertulis, “Potong di bagian atas dengan menggunakan pahat dan palu.”
Pembuka kaleng baru ditemukan pada 1858 oleh warga Amerika bernama Ezra Warnet. Tapi ada klaim yang menyatakan bahwa oranq Inggris bernama Robert Yeates telah menemukan alat tersebut pada tahun 1855. Tetapi alat pembuka kaleng ini tidak langsung populer sampai sepuluh tahun kemudian ketika pembuka kaleng diberikan secara gratis saat orang-orang membeli daging kalengan. Pembuka kaleng dengan roda ditemukan pada 1925. Pembuka kaleng yang lebih praktis dan mudah digunakan, ditemukan pada 1959 oteh Ermal Cleon Fraze.

Baca juga : Sejarah Korek Api

Sobat-sobat, setiap tahunnya diproduksi hampir 64 juta ton kaleng alumunium. Jumlah tersebut jika di jajar dan direntangkan di bulan, akan mampu menutupinya ratusan kali. Tetapi jumlah sampah kaleng hanya 1% dari total sampah solid material, karena seperempat dari semua kaleng yang diproduksi bisa didaur ulang.
Saat ini di seluruh dunia, sembilan juta kaleng didaur ulang setiap jamnya. Jika tidak didaur ulang, lama-lama bumi kita akan dipenuhi kaleng. Malah mungkin suatu hari nanti, kita akan menemukan sebuah pulau baru bernama Pulau Kaleng atau Benua Kaleng, hehe…. Nah, karena kaleng bisa didaur ulang, maka kita sebaiknya memisahkan sampah kaleng dengan sampah organik.

Sobat-sobat juga harus hati-hati lho. Karena setiap kaleng yang berasal dari penggunaan yang bermacam-macam itu memerlukan perlakuan yang berbeda-beda pula. Untuk kaleng bekas wadah makanan dan minuman misalnya, pertama kali yang harus kita lakukan adalah melepas tutup kaleng tersebut, kemudian memasukkan tutup itu ke dalam kaleng dan gencet kaleng itu dari atas hingga gepeng untuk menghemat ruang di kotak sampah.
Sedangkan untuk kaleng bekas cat, kita harus membersihkan cat sisanya dengan kertas koran bekas, kemudian biarkan kering sebelum membuangnya ke kotak sampah. Bisa juga kaleng itu digepengkan dulu untuk menghemat ruang. Untuk kaleng yang mengandung gas aerosol, seperti Kaleng bekas obat nyamuk semprot, kaleng parfum dan kaleng semprot lainnya, kita harus hati-hati memperlakukannya. Jangan digencet atau ditusuk-tusuk, biarkan mereka yang biasa melakukan daur ulang yang melakukannya. Jangan lupa melepas tutup plastik dan nozzlenya untuk dibuang di tempat terpisah. Sedangkan untuk kaleng bekas minyak goreng, bersihkan dan keringkan terlebih dahulu sisa minyak gorengnya. Lepas semua komponen plastik yang melekat pada kaleng itu dan buang di kotak daur ulang khusus plastik. Belah kaleng tersebut untuk menghemat ruang.
Nah sobat-sobat, denqan melakukan hal-hal seperti yang disebutkan di atas, kamu akan meringankan beban mereka yang hendak mendaur ulang kaleng-kaleng tersebut.

Related posts