Kekaisaran Terbesar yang Memiliki Pengaruh Pada Sejarah Dunia

Kekaisaran Terbesar yang Memiliki Pengaruh Pada Sejarah Dunia

Daftarpeninggalandunia.web.id – Kekaisaran adalah sebuah entitas tunggal yang menguasai wilayah yang luas, dan terdiri dari orang-orang dari berbagai etnis dan bangsa. Kekaisaran di dalam daftar ini didasarkan pada pengaruh, masa pemerintahan, dan kekuatan dari berbagai kerajaan di dalamnya.

Kekaisaran ini juga harus diperintah oleh seorang kaisar atau raja, sehingga kekaisaran modern atau negara adidaya seperti Amerika Serikat dan Uni Soviet tidak termasuk di dalamnya. Berikut beberapa kekaisaran terbesar dengan pengaruh terhadap sejarah dunia.

1. Kekaisaran Ottoman (Kesultanan Utsmaniyah)
Pada puncak kejayaannya (abad 16-17), wilayah kekuasaan Ottoman terbentang di tiga benua, mengendalikan sebagian besar Eropa Tenggara, Asia Barat dan Afrika Utara. Kekaisaran ini terdiri dari 29 provinsi dan banyak negara vasal.

Beberapa di antaranya bergabung ke dalam kekaisaran, sementara yang lain diberikan berbagai jenis otonomi selama berabad-abad. Kekaisaran Ottoman berada di titik pusat antara dunia Timur dan Barat selama hampir enam abad.

Dengan Konstantinopel sebagai ibukotanya, dan penguasaan wilayah yang luas di sekitar Mediterania timur selama masa pemerintahan Suleiman Agung (1520-1566), Kekaisaran Ottoman, dalam banyak hal, menjadi penerus versi Islam bagi Kekaisaran Romawi Timur.

2. Kekhalifahan Umayyah
Kekhalifahan Umayyah adalah bagian dari empat kekhalifahan Islam, yang didirikan setelah kematian Nabi Muhammad. Kekhalifahan ini diperintah oleh dinasti Umayyah, yang namanya berasal dari Umayyah bin ‘Abd asy-Syams, kakek buyut dari khalifah Umayyah pertama.

Mereka menjadikan Damaskus sebagai ibu kota kekhalifahan mereka, meskipun keluarga Umayyah awalnya berasal dari kota Mekah. Kekhalifahan Umayyah mencakup lebih dari lima juta mil persegi, menjadikannya kekaisaran terbesar di dunia pada saat itu, dan kekaisaran dengan wilayah antar benua terbesar kelima yang pernah ada.

Bani Umayyah mendirikan negara Arab-Muslim terbesar dalam sejarah. Dari zaman Nabi Muhammad hingga tahun 1924, kekhalifahan Islam berturut-turut dan secara kontemporer dipegang oleh berbagai dinasti, dan berakhir di Kekaisaran Ottoman.

3. Kekaisaran Persia atau Kekaisaran Akhemeniyah
Sebelum era kejayaan Romawi, Babel, Akkadia, Asyur, Sumeria, Hitit, Baktria, Skit, Partia, Media, Elam, Mesir, dan Ethiopia masih ada dalam kekuasaan Kekaisaran Persia. Persia pada dasarnya menyatukan seluruh Asia Tengah yang terdiri dari berbagai budaya, kerajaan, kekaisaran dan suku yang berbeda.

Kekaisaran Persia adalah kekaisaran terbesar dalam sejarah kuno. Pada puncak kejayaannya, wilayahnya mencakup sekitar 8 juta kilometer persegi. Kekaisaran ini didirikan oleh Cyrus Agung (Cyrus the Great), dan membentang di tiga benua: Asia, Afrika, dan Eropa.

4. Kekaisaran Bizantium
Kekaisaran Bizantium, atau Kekaisaran Romawi Timur, adalah Kekaisaran Romawi selama Abad Pertengahan yang berpusat di kota Konstantinopel, dan diperintah oleh kaisar yang masih menjadi keturunan langsung dari kaisar Romawi kuno. Kekaisaran Romawi ini terkadang juga disebut Rumania.

Selama berdirinya, yang lebih dari seribu tahun, Bizantium tetap menjadi salah satu kekuatan ekonomi, budaya dan militer terkuat di Eropa, meskipun mengalami kemunduran dan kerugian teritorial, terutama selama Perang Romawi-Persia dan Bizantium-Arab.

Kekaisaran ini mendapat pukulan telak pada 1204 saat Perang Salib Keempat, ketika dibubarkan dan terbagi menjadi wilayah Yunani dan Latin.

Meskipun Konstantinopel dipulihkan dan Kekaisaran berhasil dibentuk kembali pada tahun 1261 di bawah kaisar-kaisar Palaiologan, perang saudara yang terjadi berturut-turut pada abad keempat belas melemahkan kekuatan Bizantium sehingga membuatnya jatuh ke tangan Ottoman di kemudian hari.

5. Dinasti Han
Selama periode perang, seluruh Tiongkok terlibat dalam perang saudara dan berbagai kerajaan di dalamnya bertempur satu sama lain untuk mencapai supremasi di dataran Tiongkok. Pada akhirnya, Dinasti Qin menang dan menguasai seluruh China, dengan 40 juta orang di bawah kendalinya.

Dinasti Qin tidak bertahan lama dan segera berpindah ke Dinasti Han, yang akhirnya menguasai Cina selama hampir 400 tahun. Periode Han dianggap sebagai zaman keemasan dalam sejarah Tiongkok, baik dalam pencapaian ilmiah, kemajuan teknologi, stabilitas ekonomi, budaya dan politik.

Bahkan sampai hari ini, sebagian besar orang Tiongkok menyebut diri mereka sebagai orang Han, dan dianggap sebagai kelompok etnis tunggal terbesar di dunia.

6. Kerajaan Inggris
Pada masa kejayaannya, Kerajaan Inggris (Imperium Britania) dikenal sebagai kekaisaran terbesar dalam sejarah, karena mencakup lebih dari 13.000.000 mil persegi (sekitar seperempat dari total luas daratan Bumi), dan mengendalikan lebih dari 500 juta orang (seperempat dari populasi dunia saat itu).

Akibatnya, mereka berhasil mewariskan reformasi politik, pertukaran budaya dan cara hidup secara luar biasa di tanah taklukan mereka. Bahasa Inggris, yang menjadi bahasa global, adalah bahasa kedua yang paling banyak digunakan di dunia saat ini.

Bahkan banyak ahli linguistik yang setuju bahwa bahasa Inggris adalah bahasa standar de facto di dunia. Kerajaan Inggris jelas menjadi salah satu kekaisaran paling berpengaruh yang pernah ada dalam sejarah peradaban manusia.

7. Kekaisaran Romawi Suci
Selama abad pertengahan, mereka dianggap sebagai “negara adikuasa” pada zamannya. Puncaknya saat wilayah Kekaisaran Romawi Suci terdiri dari Prancis timur, seluruh Jerman, Italia utara, dan sebagian Polandia barat.

Meskipun relatif kecil dalam hal wilayah Kerajaan, pengaruhnya terhadap sejarah Eropa tengah masih terasa sampai saat ini. Kekaisaran ini berdiri sejak awal abad pertengahan hingga abad ke-19.

Kekaisaran Romawi Suci secara resmi dibubarkan pada tanggal 6 Agustus 1806, ketika kaisar terakhir, Francis II, turun tahta menyusul kekalahan militer oleh Prancis di bawah Napoleon Bonaparte.

Setelah keruntuhannya, negara-negara seperti Swiss, Belanda, Kekaisaran Austria, Belgia, Kekaisaran Prusia, Kerajaan Liechtenstein, Konfederasi Rhine dan Kekaisaran Prancis pertama muncul di benua Eropa.

8. Kekaisaran Rusia
Kekaisaran Rusia adalah sebuah negara yang ada sejak tahun 1721 hingga Revolusi Bolshevik pada tahun 1917. Kekaisaran Rusia adalah penerus Ketsaran Rusia dan pendahulu Uni Soviet.

Kekaisaran ini adalah kekaisaran dengan wilayah antar benua kedua terbesar dalam sejarah dunia (hanya kalah oleh Kekaisaran Mongol), dan kekaisaran terbesar ketiga setelah Kekaisaran Inggris dan Kekaisaran Mongol.

Pada satu titik di tahun 1866, wilayah Kekaisaran Rusia membentang dari Eropa timur, melintasi Asia, dan sampai ke Amerika Utara.

Baca Juga : Kerajaan Paling Sadis dalam Sejarah Dunia

9. Kekaisaran Mongol
Semuanya berawal ketika Temujin (yang kemudian dikenal sebagai Jenghis Khan), bersumpah di masa mudanya untuk meyatukan dunia di bawah kekuasaan bangsa Mongol. Tindakan pertamanya adalah menyatukan suku-suku Mongolia yang tersebar.

Setelahnya, ia mengarahkan pandangannya ke Cina, dan mulai merembet ke negara-negara di sebelahnya. Dari Vietnam ke Hongaria, Kekaisaran Mongol adalah kekaisaran dengan wilayah antar benua terbesar dalam sejarah umat manusia.

Sayangnya, kerajaan mereka terlalu besar untuk dikendalikan, dan tidak ada persatuan di antara budaya yang berbeda. Bangsa Mongol adalah pejuang yang tak kenal takut dan kejam, tetapi memiliki sedikit pengalaman dalam bidang administrasi negara.

Citra bangsa Mongol sebagai orang yang brutal dan buas pun terkenal melalui sejarah penaklukan mereka.

10. Kekaisaran Romawi
Pada awalnya Romawi diperintah oleh raja-raja ilahiah dengan sistem kerajaan kuno, kemudian menjadi republik sebelum akhirnya menjadi sebuah kekaisaran.

Ditambah dengan sistem militer dan administrasi yang sangat baik, Kekaisaran Romawi, atau lebih tepatnya Roma kuno, juga menjadi salah satu kerajaan yang bertahan paling lama. Terhitung sejak awal berdirinya sampai kejatuhan kekaisaran Bizantium, Romawi telah bertahan selama 2.214 tahun.

Roma kuno berkontribusi besar terhadap perkembangan hukum, perang, seni, sastra, arsitektur, teknologi, agama, dan bahasa di dunia Barat. Bahkan banyak sejarawan yang menganggap Kekaisaran Romawi sebagai kerajaan yang sempurna, berpengaruh, adil, besar, dapat dipertahankan dengan baik dan maju secara ekonomi.

Pengaruh Kekaisaran Romawi bisa dirasakan sampai hari ini, salah satunya pengaruh terhadap Gereja Katolik yang mengadaptasi sistem administrasi dari kekaisaran tersebut.

Nah, itu tadi beberapa kekaisaran terbesar yang memiliki pengaruh terhadap sejarah dunia. Selain berkontribusi dalam sejarah dunia, kekaisaran-kekaisaran di atas juga berkontribusi terhadap batas wilayah pada negara-negara modern saat ini.

Related posts